Saturday, January 24, 2015

Sabtu Bersama Bapak

Credit by me


Kantuk adalah rasa yang susah dilawan untuk saya saat ini. Tetapi buku menjadi sesuatu yang dapat melawan rasa kantuk saya selain menulis. Ini adalah buku ketiga yang selesai saya baca di awal bulan tahun 2015. Saya ingin membagi buku ini bersama kalian sebelum mata saya membawa saya terlelap ke alam mimpi.

Di sini banyak pesan tentang bagaimana pendidikan -nilai tentunya- juga penting untuk hidup kita ke depannya. Selain itu, pesan untuk kehidupan rumah tangga juga disampaikan lewat buku ini. Itu pembelajaran paket lengkap. Juga dijelaskan betapa pentingnya momen-momen yang kita lalui bersama orang-orang yang kita sayangi. Menghargai orang lain, menciptakan waktu yang tepat, menyadari kesalahan dan meminta maaf, memperbaiki kesalahan, dan masih banyak yang lain.

Seperti judulnya, hari Sabtu menjadi hari penuh wejangan dan kenangan bersama bapak. Hari Sabtu adalah hari yang ditunggu-tunggu. Hari Sabtu adalah hari yang paling menyenangkan bagi tokoh-tokoh dalam buku. Bapak yang masih di samping istri dan kedua anaknya meski raga sudah bersatu dengan tanah. Bapak yang masih bertanggung jawab dalam perkembangan anaknya dan memenuhi tanggung jawab untuk keluarga. Menemani anaknya hingga sang anak menjadi kepala keluarga, sepertinya.

Awalnya saya bingung karena ini buku seperti bukan novel pada umumnya. Atau memang ini bukan novel, saya kurang tahu. Banyak unsur jenaka juga yang membuat saya tertawa atau senyum-senyum sendiri ketika membacanya. Diksinya sederhana. Kata-katanya ringan. Recommended.

- Do you ever finish such a spectacular book and feel like shouting to the entire world how amazing it was? Good books are meant to be shared -



Sabtu Bersama Bapak by Adhitya Mulya, tentang Bapak, Bu Itje, Satya, dan Cakra.

0 comments:

Post a Comment