Monday, March 6, 2017

Kamu

Teruntuk kamu yang hidup sebagai setengah asaku yang kian memudar,

Aku marah tapi gelisah
Aku rindu tapi membeku
Aku diam kamu terdiam

Aku mencari berbagai macam cara untuk berlari maju
Tapi nyatanya kamu tetap di dekatku
Bukan, bukan karena kamu ingin
Bukan, bukan karena kamu melihatku
Tapi, kamu jelmaan dari asa yang masih aku ciptakan
Hidup dari setengah diriku
Sendirian

Aku tahu
Dirimu hanya pemanis hariku
Ketika belum selesai kuucap rindu
Ketika bibir menyesap keluh
Senja datang membawa hadirmu

Berharap kamu enggan pergi
Seperti air dan api bersatu

Kenapa hanya aku yang pada akhirnya akan selalu tiba-tiba senang ketika kamu datang?
Kenapa hanya aku yang tidak rela ketika kamu pergi?
Kenapa hanya aku yang merasa sedikit perhatianmu sangat berharga untuk hidupku beberapa waktu lagi?
Sampai kamu akan datang setelah sekian waktu untuk mengisi energiku yang habis karena merindukanmu

Aku lagi yang akan berharap lebih ketika kamu hadir
Aku juga yang akan kecewa karena itu tidak berarti apa-apa untukmu
Aku lah yang akan selalu siap patah lagi ketika kamu datang sebentar lalu pergi
Aku pula yang akan menyembuhkan lukaku sendiri untuk hidup.


- Untuk kamu yang membawa tawa dan luka secara bersamaan, percayalah bahwa apa yang kamu percaya adalah salah. Aku tidak pernah benar-benar membencimu setelah hal-hal yang telah berlalu. You're perfectly perfect to me. -